Berita Aktual – HD Picture – Anime Picture
Berita  

Sandiaga Uno Minta Masyarakat Healing di Indonesia Saja Ketimbang Luar Negeri

Suara.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan, pariwisata Indonesia saat ini naik 12 peringkat mengungguli Vietnam, Malaysia dan Thailand. Hal tersebut kata Sandiaga berdasarkan World Economic Forum Travel and Tourism Development Index.

“Terima kasih kepada para media juga bahwa untuk pertama kalinya di World Economic Forum Travel and Tourism Development Index naik 12 peringkat, mengalahkan Vietnam Malaysia dan Thailand,” ujar Sandiaga saat menghadiri perayaan 10 Tahun Forum Pemimpin Redaksi Indonesia (Forum Pemred), Jumat (5/8/2022).

Bahkan kata Sandiaga, untuk kali pertama, pariwisata Indonesia berada di atas Thailand. Karena itu Sandiaga mengajak masyarakat Indonesia untuk mau ‘healing’ di Indonesia di banding ke negara lain.

“Sekarang kita (Pariwisata Indonesia) sudah di atas Thailand untuk pertama kali. Jadi bro sis, kalau mau healing benerin Feeling ya di Indonesia saja,” papar Sandiaga.

Baca Juga:
Tidak Bisa Sampaikan Visi Misi, Airlangga Hartarto: Saya Hadiri Masih Dibatasi Sebagai Menko Perekonomian

Selain itu, Sandiaga menyebut Indonesia juga mendapat kepercayaan untuk menggelar perhelatan acara olahraga internasional.

Ia mencontohkan gelaran MotoGP di Mandalika hingga ASEAN Para Games 2022 yang digelar di Indonesia.

“Indonesia sekarang banyak dipercaya untuk menyelenggarakan event internasional mulai dari MotoGP Mandalika sampai ke ASEAN Para Games, itulah mengapa saya ada di Solo belum lama ini,” ucap dia

Lebih lanjut, Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta mengaku bersyukur karena kebijakan-kebijakan promosi pariwisata di Indonesia, banyak ditopang oleh media massa.

Sandiaga menyebut bahwa proses pemulihan sektor pariwisata juga banyak mendapatkan dukungan dari media massa.

Baca Juga:
Anies Dorong Forum Pemred Bisa Munculkan Sisi Objektivitas di Semua Media

“Saya banyak belajar tentang kebijakan-kebijakan kita dan terima kasih koreksi dari media, beberapa kebijakan yang dirasakan tidak pas, seperti kenaikan dari (Candi) Borobudur, itu karena media pressure, akhirnya bisa dilakukan penyesuaian. Nah kita tunggu nanti kebijakan-kebijakan ke depan,” kata dia.

Leave a Reply